Posted by: Indonesian Children | January 1, 2009

SULIT MAKAN PADA ANAK ANDA, DISEBABKAN KARENA ALERGI MAKANAN ?

ALERGI MAKANAN PENYEBAB UTAMA KESULITAN MAKAN

PADA ANAK

 


Dr Widodo Judarwanto SpA

CHILDREN ALLERGY CLINIC

PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KHUSUS KESULITAN MAKAN PADA ANAK)

JL  Taman Bendungan Asahan 5, bendungan Hilir, Jakarta Pusat Indonesia 10210

Phone :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

 www.mypickyeaters.wordpresscom/

 

CASE PREVIEW

Sandiaz, laki-laki 2 tahun sejak usia 6 bulan berat badanya cenderung sulit naik, setelah usia 9-12 bulan mulai timbul keluhan sulit makan hilang timbul. Setiap malam dan pagi hari bangun tidur sering mengalami batuk dan pilek yang tak kunjung hilang selama 3 bulan, Telah berbagai dokter dikunjungi baik dokter anak, dokter ahli gizi bahkan sudah berbagai vitamin nafsu makan dan susu yang diiklankan sebagai penambah berat badan ternyata hasilnya nihil juga. Hanya berdasarkan selembar hasil foto rontgen seorang dokter dengan berani memvonis TBC. Setelah itu dokter lain adviskan untuk dilakukan penanganan alergi dengan menghindari sementara beberapa makanan yang diduga penyebab alergi makanan ternyata tidak dalam waktu lama keluhan tersebut membaik dan berat badan naik.

BACKGROUND 

  •  Bila anak anda mengalami gangguan batuk lama, kesulitan makan dan berat badan sulit naik, banyak pihak di Indonesia pertama kali yang terpikir adalah pasti penyebabnya adalah “flek paru”  atau TBC, Mungkin orang tua tidak terpikir bahwa keluhan-keluhan tersebut semua karena reaksi alergi makanan. Karena alergi makanan mungkin termasuk penyakit “The Great Mimic Presentation” karena gejalanya mirip atau sering dikira penyebab lainnya seperti TBC

     

  • Kesulitan makan pada anak menjadi masalah kesehatan yang cukup mengganggu. Penyebabnya  sangat luas dan bervariasi. Selama ini gangguan psikologis banyak dianggap sebagai faktor utama penyebabnya. Tetapi penderita yang berobat pada Picky Eater Clinic di Children Family Clinic Jakarta menunjukkan bahwa gangguan saluran cerna  paling banyak djumpai.

  • Gangguan fungsi saluran cerna tampaknya  berperanan sangat penting sebagai penyebab. Gangguan fungsi saluran cerna tersebut meliputi alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit coeliac dan sebagainya

  • Picky Eater Clinic di Children Family Clinic Jakarta telah melakukan penatalaksanaan dengan melakukan pendekatan diet terhadap 218 penderita kesulitan makan pada anak dengan gangguan fungsi saluran cerna. Pendekatan diet tersebut adalah dengan menghindari makanan penyebab reaksi simpang makanan yang mengganggu selama 3 minggu. Didapatkan hasil 74% – 98% beberapa gangguan saluran cerna berkurang dan  kesulitan makan membaik 85% pada minggu pertama dan 94% pada minggu ke tiga.  Pendekatan diet ini tampaknya mempunyai peranan utama dalam penatalaksanaan penderita.  Selain sebagai terapi, pendekatan diet tersebut mungkin dapat dijadikan alat diagnosis  yang cukup sederhana dan tidak mahal.

ALERGI MAKANAN DAN KESULITAN MAKAN

Penderita kesulitan makan di Picky Eater Clinic Jakarta yang terbanyak adalah gangguan saluran cerna (yang disebabkan alergi makanan, intoleransi makanan, coeliac dan lain-lain). Penderita infeksi kronis  seperti Tuberkulosis, infeksi parasit cacing dan infeksi saluran kencing masing-masing hanya ditemukan 1 penderita, Sedangkan sebagian besar sekitar 58% diantaranya mengalami alergi makanan. Diagnosis alergi makanan didasarkan pada diagnosis eliminasi provokasi makanan terbuka sederhana

Penyakit dan kelainan yang menyertai kesulitan makan anak

Penyakit dan kelainan yang menyertai                                      

Gangguan saluran cerna (94% )            

  • Alergi makanan (51%)    
  • Intoleransi makanan (28%)
  • Coeliac ( 23%)    
  • Lain-lain   ( 4%)      

Gangguan Perilaku

  • Autism Spectrum Disease (6%)      
  • ADHD 8%
  • Gangguan Belajar32%
  •  Gangguan konsentrasi48%
  •  ”overaktif” 92%
  • Gangguan tidur malam  78%    

Penyakit kronis                      

  • TBC   0,5%               
  •  Infeksi cacing 0,5%
  •  Infeksi saluran Kencing  0,5%

Kelainan Bawaan :

  • Jantung 0,5%
  •  Kelainan kromosom (sindrom down dll)  0,5%
  • Palatoschisis    0,5%
  •  Hipotiroid   0,5%

Kelainan didapat :

  • Paska infeksi otak  0,5%
  • Paska operasi saluran cerna  0,5%              

Tanda dan Gejala alergi makanan pada penderita sulit makan

  • Saluran cerna : 92%
  • Dermatitis atopi 58%
  • Rinitis alergi 32%
  • Asma 21%
  • urticaria akut 12%
  • urtikaria kronis 2%

 

Secara umum penyebab umum kesulitan makan pada anak dibedakan dalam 3 faktor, diantaranya adalah hilang nafsu makan, gangguan proses makan di mulut dan pengaruh psikologis. Beberapa faktor tersebut dapat berdiri sendiri tetapi sering kali terjadi  lebih dari 1 faktor. Penyebab paling sering adalah hilangnya nafsu makan, diikuti gangguan proses makan. Sedangkan faktor psikologis yang dulu dianggap sebagai penyebab utama, mungkin saat mulai ditinggalkan atau sangat jarang. Hal ini juga ditunjukkan pada penderita kesulitan makan anak di Children family Clinic

Faktor Penyebab Umum Kesulitan Makan

  • Nafsu makan berkurang  62%                
  • Gangguan proses makan di mulut  32%
  • Gangguan psikologi 6%

            Kesulitan makan sering disertai gangguan proses makan di mulut. Gangguan proses makan di mulut yang paling sering terjadi adalah gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1,5 tahun, tidak bisa makan sayur, daging sapi (empal) atau sayur berserat seperti kangkung. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, menggigit, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan alam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan motorik mulut ini juga sering disertai oleh  gangguan tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gerakan motorik kasar di sekitar mulut tersebut sangat dipengaruhi oleh susunan saraf pusat. Gangguan susunan saraf pusat tersebut dapat mulai dari yang ringan hingga yang berat.    Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi, gangguan neurologis, penderita Autism, ADHD, ADD, dan gangguan perilaku lainnya.

            Gangguan psikologis  dahulu dianggap sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak. Tampaknya hal ini terjadi karena kesulitan dalam menemukan penyebab kesulitan makan pada anak maka gangguan psikologis dianggap sebagai diagnosis keranjang sampah. Untuk memastikan gangguan psikologis sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak harus dipastikan tidak adanya kelainan fengis organik pada anak.

Gangguan fungsi pencernaan kronis pada anak tampaknya sebagai penyebab paling penting dalam kesulitan makan. Gangguan fungsi saluran cerna kronis yang terjadi seperti alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit coeliac dan sebagainya. Reaksi simpang makanan tersebut tampaknya sebagai  penyebab utama gangguan-gangguan tersebut. Hal ini bisa dilihat dengan timbulnya permasalahan kesulitan makan ini terbanyak saat usia di atas 6 bulan ketika mulai diperkenalkannya variasi makanan tambahan baru.

Dilakukan pendekatan diet terhadap 218  penderita melakukan rawat jalan sejak tanggal 1 April 2005 hingga 31 Desember 2005. Pendekatan diet adalah menghindari makanan yang berpotensi terjadi reaksi simpang makanan seperti alergi, intoleransi, celiac dan reaksi simpang makanan lainnya selama 3 minggu. Dilakukan pengamatan secara anamnesa dan pemeriksaan klinis langsung pada penderita pada minggu pertama, kedua dan ketiga terhadap gangguan saluran cerna, kesulitan makan dan gangguan perilaku yang menyertai.

Penelitian yang dilakukan di Picky Eater Clinic Jakarta menunjukkan,  setelah dilakukan penghindaran makanan tertentu pada 218 anak dengan kesulitan makan  dengan gangguan intoleransi makanan, alergi makanan, penyakit coeliac, Setelah dilakukan penghindaran makanan selama 3 minggu, tampak perbaikan kesulitan makan sejumlah 78% pada minggu pertama, 92% pada minggu ke dua dan 96% pada minggu ketiga. Gangguan saluran cerna juga tampak membaik sekitar 84% dan 94% penderita antara minggu pertama dan ketiga. Tetapi perbaikan gangguan mengunyah dan menelan hanya bisa diperbaiki sekitar 30%.

Pendekatan diet tersebut juga dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis. Dengan menghindari beberapa makanan tertentu bila terdapat perbaikan klinis dalam 1 minggu, maka bisa disingkirkan banyak diagnosis banding yang ada. Tanpa harus melakukan pemeriksaan yang banyak, invasif  dan mahal kita bisa menegakkan diagnosis sementara yanitu gangguan fungís saluran cerna. Bila tidak ada perbaikkan dalam 1 minggu, harus dievaluasi apakah pendekatan diet sudah dilakukan secara benar. Bila caranya sudah dilakukan benar dan tidak ada perbaikkan, maka mungkin diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya.

Penanganan dalam segi neuromotorik dapat melalui pencapaian tingkat kesadaran yang optimal dengan stimulasi sistem multisensoris, stimulasi kontrol gerak oral dan refleks menelan, teknik khusus untuk posisi yang baik. Penggunaan sikat gigi listrik kadang membantu msnstimulasi sensoris otot di daerah mulut. Tindakan yang tampaknya dapat membantu adalah melatih koordinasi gerakan otot mulut adalah dengan membiasakan minum dengan memakai sedotan, latihan senam gerakan otot mulut, latihan meniup  balon atau harmonika.

Pemberian vitamin tertentu  sering diberikan pada kasus kesulitan makan pada anak. Tindakan ini bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah, bila tidak disertai dengan mencari  penyebabnya. Kadangkala pemberian vitamin justru menutupi penyebab gangguan tersebut, kalau penyebabnya tidak tertangani tuntas maka keluhan tersebut terus berulang. Bila penyebabnya tidak segera terdeteksi maka anak akan tergantung dengan pemberian vitamin tersebut, padahal bila kita tidak waspada terdapat beberapa akibat dari pemberian obat-obatan dan vitamin dalam jangka waktu yang lama.

Selain mengatasi penyebab kesulitan makan sesuai dengan penyebab, harus ditunjang dengan cara pemberian makan yang sesuai untuk anak dengan kesulitan makan pada anak. Karena anak dengan gangguan makan kebiasaan dan perilaku makannya berbeda dengan anak yang sehat lainnya. Kesulitan makan disertai gangguan fungsi saluran cerna  biasanya terjadi jangka panjang, dan sebagian akan berkurang pada usia tertentu. Gangguan alergi makanan akan membaik setelah usia setelah usia 5-7 tahun. Tetapi pada kasus penyakit coeliac atau intoleransi makanan terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan tidak sedikit yang terjadi hingga dewasa.

MANIFESTASI KLINIS YANG SERING DIKAITKAN DENGAN ALERGI PADA BAYI : 

  • KULIT : sering timbul bintik kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut. Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan & berbau. Bekas suntikan BCG bengkak dan bernanah. Timbul bisul.
  • SALURAN CERNA : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering
  • SALURAN NAPAS : Napas grok-grok, kadang disertai batuk ringan. Sesak pada bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)
  • HIDUNG : Bersin, hidung berbunyi, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi karena salah satu sisi hidung buntu, sehingga beresiko ”KEPALA PEYANG”.
  • MATA : Mata berair atau timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi.
  • KELENJAR : Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah.
  • PEMBULUH DARAH : telapak tangan dan kaki seperti pucat, sering terba dingin
  • GANGGUAN HORMONAL : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok.
  • PERSARAFAN : Mudah kaget bila ada suara keras. Saat menangis : tangan, kaki dan bibir sering gemetar atau napas tertahan/berhenti sesaat (breath holding spells)
  • PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan, berat berlebihan krn bayi sering menangis dianggap haus (haus palsu : sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang.). Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.

 

MANIFESTASI KLINIS YANG SERING DIKAITKAN DENGAN ALERGI PADA ANAK 

  • SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam.
  • KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).
  • SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.
  • GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.
  • PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.
  • OTOT DAN TULANG : nyeri kaki, kadang nyeri dada terutama saat malam hari
  • SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam ngompol 2-3 kali)
  • MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.
  • HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan.
  • Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE : mudah lelah, sering minta gendong

 

GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN PENDERITA KESULITAN MAKAN

 

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN
    Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  • GANGGUAN TIDUR MALAM : sulit tidur bolak-balik ujung ke ujung, tidur posisi “nungging”, berbicara,tertawa,berteriak, sering terbangun duduk saat tidur,,mimpi buruk, “beradu gigi”
  •  AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”.
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (silau), raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  • Memperberat gejala AUTIS dan ADHD   

 

KOMPLIKASI

  • KESULITAN MAKAN DAN BERAT BADAN SULIT NAIK terutama setelah usia 4 – 6 bulan
  • DAYA TAHAN TUBUH MENURUN : MUDAH SAKIT PANAS, BATUK, PILEK (INFEKSI BERULANG) ; 1-2 kali setiap bulan). SEBAIKNYA TIDAK TERLALU MUDAH MINUM ANTIBIOTIKA. PENYEBAB TERSERING INFEKSI BERULANG ADALAH VIRUS YANG SEBENARNYA TIDAK PERLU ANTIBIOTIKA.
  • Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) hindari operasi amandel yang tidak perlu
  • Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • SERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAK BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA 
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN   

MEMASTIKAN DAN MENCARI PENYEBAB ALERGI UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI MAKANAN BUKAN DENGAN TES ALERGI (TES KULIT ATAU TES DARAH) TETAPI DENGAN menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC).

  •  

  •  DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Rumah Sakit Bunda Children Allergy Clinic Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”.

  •  PEMERIKSAAN ALERGI YANG DIANJURKAN DAN TELAH TERBUKTI SECARA KLINIS ADALAH TES KULIT DAN PEMERIKSAAN IgE SPESIFIK, TETAPI PEMERIKSAAN INI HANYA MEMASTIKAN ADANYA BAKAT ALERGI ATAU ATOPI, BELUM MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI.

  •  Bahkan dalam waktu terakhir ini sering dipakai alat diagnosis yang masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Namun pemeriksaan ini masih banyak dipakai oleh praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis sebagai alat diagnosis karena sensitifitas dan spesifitasnya tidak terlalu baik. Beberapa pemeriksaan diagnosis yang kontroversial tersebut adalah Applied Kinesiology, VEGA Testing (Electrodermal Test), Bioresonansi, Hair Analysis Testing in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination Technique (NAET), Beware of anecdotal and unsubstantiated allergy tests.

  •  PEMERIKSAAN TES KULIT : SENSITIFITAS TINGGI TETAPI SPESIFITAS RENDAH. SEDANGKAN PEMERIKSAAN ALTERNATIF (BELUM TERBUKTI SECARA ILMIAH) SEPERTI TEST VEGA, BIORESONANSI DLL SENSITIFITAS DAN SPESIFITASNYA RENDAH SEHINGGA BELUM MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI MAKANAN

  •  SEHINGGA SEBAIKNYA JANGAN MENGHINDARI DAN MEMBOLEHKAN MAKANAN HANYA BERDASARKAN TES KULIT DAN TES DARAH  

    END POINT 

     

  • Kesulitan makan pada anak menjadi masalah kesehatan yang cukup penting.
  • Penyebabnya  sangat luas dan bervariasi. Banyak penyakit dan komplikasi yang berkaitan dengan gangguan ini.
  • Penyebab utama adalah gangguan fungsi saluran cerna, seperti alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit coeliac dan sebagainya. Sedangkan alergi makanan adalah penyebab terbesar pada penderita sulit makan
  • Pada penderita alergi makanan pendekatan diet yang berkaitan dengan penghindaran reaksi makanan tertentu yang mengganggu saluran cerna mungkin merupakan penanganan yang harus diutamakan. Penanganan multi disiplin ilmu sangat diperlukan dalam penatalaksanaan gangguan kesulitan makan pada anak
  • REFERENSI :

     

    1.     Motala, C: New perspectives in the diagnosis of food allergy. Current Allergy and Clinical Immunology, September/October 2002, Vol 15, No. 3: 96-100  

    2.     Opper FH, Burakoff R. Food allergy and intolerance. Gastroenterologist. 1993;1(3):211-220.

    3.     Carruth BR, Ziegler PJ, Gordon A, Barr SI.. Prevalence of picky eaters among infants and toddlers and their caregivers’ decisions about offering a new food. J Am Diet Assoc. 2004 Jan;104(1 Suppl 1):s57-64.

    4.     Solihin Pujiadi. Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1993 

    5.     Agus Firmansyah.Aspek.  Gastroenterology problem makan pada bayi dan anak. Pediatric Nutrition Update, 2003.

    6.     Reau NR, Senturia YD, Lebailly SA, Christoffel KK.. Infant and toddler feeding patterns and problems: normative data and a new direction. Pediatric Practice Research Group.J Dev Behav Pediatr. 1996 Jun;17(3):149-53.

    7.     Berg, Frances., ed. Afraid to Eat: Children and Teens in Weight Crisis. Hettinger, ND: Healthy Weight Institute, 402 S. 14th St., Hettinger, ND 58639, 1996.

    8.     Chatoor I, Ganiban J, Hirsch R, Borman-Spurrell E, Mrazek DA.. Maternal characteristics and toddler temperament in infantile anorexia. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry. 2000 Jun;39(6):743-51.

    9.     Carruth BR, Skinner J, Houck K, Moran J 3rd, Coletta F, Ott D.. The phenomenon of “picky eater”: a behavioral marker in eating patterns of toddlers.
    J Am Coll Nutr. 1998 Apr;17(2):180-6.

    10.   Hall, Lindsey, and Cohn, Leigh Bulimia: A Guide to Recovery Carlsbad, CA: Gürze Books, 1986.A two-week recovery program and a guide for support groups.

     

     

     

     

     

    Supported by

    PICKY EATERS CLINIC 

    KLINIK KHUSUS KESULITAN MAKAN PADA ANAK

    JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

    PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

    Email : judarwanto@gmail.com 

    http://mypickyeaters.wordpress.com/ 

     

    Clinical and Editor in Chief :

    DR WIDODO JUDARWANTO 

    email : judarwanto@gmail.com,

     

    Copyright © 2009, Picky Eaters Clinic Information Education Network. All rights reserved.

 

About these ads

Responses

  1. […] Penelitian yang telah dilakukan pada 235 anak dengan gangguan sulit makan diPicky Eaters Clinic Jaka… penyebab yang paling dominan adalah gangguan fungsi saluran cerna pada anak yang disebabkan karena alergi makanan, hdan hipersensitifitas makanan lainnya […]

  2. […]  Sulit makan pada anak paling sering disebabkan karena alergi gastrointestinal dan hipersensitifitas … […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories