Posted by: Indonesian Children | April 24, 2009

KESALAHAN CARA PEMBERIAN MAKAN

 

 

 

 

 

 

 

 

Meskipun tampaknya kesalahan pemberian makanan bukan sebagai penyebab utama kesulitan pemberian makanan. Tetapi perilaku pemberian makanan yang salah sering terjadi malah memperberat kesulitan makan pada anak, yang sudah ada karena dapat mengurangi selera makannya.

 

  • Penurunan jumlah minum pada usia di bawah 2 tahun sering terjadi karena anak mulai dikenalkan pemberian minum  air putih di dalam botol. Bila itu terjadi akan mengakibatkan semakin sedikit atau tidak mau minum susu. Karena bagi anak air putih rasanya lebih enak dan segar. Memang air putih tidak berbahaya bagi anak tetapi air putih tidak mempunyai nilai gizi dibandingkan susu. Tidak usah takut kekurangan air putih karena di dalam susu sudah terkandung air putih. Seorang peneliti pernah melaporkan bahwa anak yang sudah mulai dikenalkan air putih sebelum usia 2 tahun sering terjadi anak mengkonsumsi susu lebih sedikit dibandingkan anak yang tidak minum air putih.
  •  Pemberian air putih untuk memperbaiki kesulitan buang air besar anak  adalah tindakan yang tidak sepenuhnya benar. Memang dengan pemberian air putih mungkin akan sedikit membantu memperlancar kesulitan buang air besar. Tapi pemberian air putih yang berlebihan akan mengurangi masukan zat gizi lainnya. Memperbaiki masalah buang air besar adalah mencari penyebabnya, seringkali penyebabnya adalah reaksi dari jenis makanan tertentu misalnya coklat, susu, pisang atau buah tertentu lainnya. Mungkin juga penyebab lainnya adanya infeksi kronik seperti infeksi saluran kencing dll.
  •  Hindari pemberian permen yang manis, kacang-kacangan dan makanan ringan lain saat menjelang jam makan yang dapat mengurangi selera makan.
  •   Jangan memaksa anak untuk makan dengan cara yang sempurna seperti orang dewasa, misalnya makan tanpa berserakan
  • Jangan memaksa anak untuk makan lebih banyak dari yang mereka inginkan.
  • Orangtua yang sering memaksa anak makan tanpa memperhatikan kebutuhan anak akan makanan, membuat anak tidak pernah dapat membedakan antara rasa lapar dan keharusannya untuk makan, serta menganggap makanan sebagai hukuman bagi anak.
  • Orangtua atau pengasuh yang sering memaksa anak makan, menyebabkan anak tidak menghargai makanan dan dapat mempermainkan makanan tersebut, sehingga anak tidak pernah belajar makan dengan benar.
  • Demikian pula bila makan diberikan bukan dalam situasi makan tetapi bersama aktivitas lain, misalnya sambil bermain berjalan-jalan atau menonton TV
  • Mengancam, misalnya: kalau makannya tidak habis, nanti kalau ke dokter disuntik loh”
  • Memaksa, misalnya anak dipaksa membuka mulut lalu dijejali makanan
  • Menghukum, misalnya anak yang tidak mau makan langsung dipukul atau diperintahkan masuk kamar
  • Membolehkan anak untuk memilih menu makanan yang diingininya. Dalam hal ini orangtua biasanya akan langsung mengganti menu jika anak mengatakan bahwa ia tidak menyukai menu yang dihidangkan.

 

Supported by

PICKY EATERS CLINIC

KLINIK KHUSUS KESULITAN MAKAN PADA ANAK

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://mypickyeaters.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009, Picky Eaters Clinic Information Education Network. All rights reserved.

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories