Posted by: Indonesian Children | June 28, 2009

POLA NORMAL MOTOR NORMAL

Widodo Judarwanto

Fungsi motorik oral seorang anak dapat dinilai dari pola normal and abnormal bibir, lidah, rahang, dan pipi untuk makan, minum, ekspresi wajah dan bicara.

Tiga pola normal bibir adalah lip rounding, lip spreading, and lip closure

 

Bibir melingkar (lip rounding) – bibir berbentuk melingkar untuk mempertahankan keseimbangan tonus otot. Hal ini dapat dicapai dengan mudah, tidak dengan usaha berlebih. Ukuran lingkaran bisa bervariasi sesuai kebutuhan untuk memperoleh atau mempertahankan perekatan bibir dengan peralatan makan.

 

Bibir melebar (lip spreading) – bibir melebar pada garis horizontal dari posisi  istirahat dengan mempertahankan tonus otot normal. Posisi ini dicapai dengan mudah, tanpa usaha gerak yang berlebih. Besarnya pelebaran bisa bervariasi sesuai kebutuhan untuk mengontrol substansi pada bagian depan mulut atau untuk membantu menarik substansi ke dalam mulut.

 

Bibir menutup (lip closure) – bibir bertemu dan bersentuhan, tertutup rapat, isi mulut tidak keluar. Hal ini dapat dicapai dengan mudah, tidak dengan usaha berlebih. Jumlah dan area kontak bisa bervariasi guna menahan substansi yang ada di dalam mulut. 

Masing-masing pola ini mungkin akan menurun dalam efisiensi, karena  adanya kelemahan dari otot bibir. Sebagai contoh bibir tertutup, tetapi makanan/minuman keluar karena kelemahan penutupan bibir.

 

Untuk mengenali suatu pola normal, klinisi juga harus mampu mengenali pola abnormal, meliputi retraksi bibir (lip retraction), rentang pengerutan bibir (lip purse-string), hipotonisitas (hypotonicity), pergerakan bibir tak simetris (asymmetrical lip movement). Setiap pola ini berkaitan dengan proses penutupan bibir, pembukaan mulut, dan pembetukan lingkaran bibir yang melekat pada peralatan makan (botol, sedotan, cangkir/gelas, sendok dll). Hal ini juga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh dan/atau mempertahankan tekanan di dalam mulut.

 

Bibir tremor – Pergerakan kecil dan cepat dari bibir selama aktivitas, seperti penutupan bibir. Pola yang sedikit abnormal ini dapat menimbulkan kelelahan. Retraksi bibir – ini adalah suatu pola abnormal pada peningkatan tonus abnormal menarik sudut bibir ke atas dan belakang. Hal ini mungkin terlihat mempengaruhi pergerakan bibir atas lebih dominan daripada bibir bawah. Seseorang dengan pola ini mungkin digambarkan seperti “selalu tersenyum”. Area depan pipi selalu memperlihatkan suatu pola retraksi juga.50

 

Rentang pengerutan bibir (Lip purse-string) – Pola abnormal ini sudut bibir tertarik ke belakang tarikan bibir seperti istirahat ke garis tengah dengan peningkatan tonus abnormal. Peningkatan tonus dari bawah hidung ke dagu  dan ke dalam pipi.

 

Gerakan bibir tak simetris (Asymmetrical lip movement) – Pola abnormal ini, satu sisi bibir bergerak dengan kontrol yang kurang dibanding sisi lain. Tonus dan pola abnormal  otot dicatat pada sisi yang terpengaruh.

 

Bibir Hipotonik (Hypotonic lip) – Pada pola abnormal ini, bibir tampak fleksid dengan sedikit atau tidak ada pergerakan aktif. Bibir dapat terlihat menggelembung. Bibir bawah tampak lebih terlibat dibanding bibir atas.

 

Gerakan bibir distonia (dystonic lip movement) – ciri gerakan abnormalnya adalah ritmis, non fungsional pada masing-masing bibir atau pada kedua bibir, berhubungan dengan Parkinson atau gejala yang menyerupai Parkinson. Kemampuan untuk menginterupsi gerakan dihubungkan dengan beratnya penyakit. Jika tidak berat, pola bisa diinterupsi selama aktivitas fungsional seperti makan dan bicara, dan tidak diobservasi selama tidur.

 

Fasikulasi bibir (lip fasciculations) – Pola abnormal nonritmikal, kontraksi yang tidak terorganisir dari serabut otot bibir. Mungkin diamati saat bibir dalam keadaan istirahat, atau mengikuti rangsangan langsung bibir. Mungkin juga diamati selama hipotonik menyeluruh mempengaruhi seluruh tubuh.

 

Pola normal lidah.

Gerakan lidah merupakan bagian terintegrasi dari proses makan. Enam pola normal (suckling, simple tongue protrusion, sucking, munching, tongue tip elevation and lateral tongue movements) disajikan dengan maksud untuk mengamati pekembangan pola primitif ke pola yang lebih matur.

Menyusu (suckling) – gerakan utama pada menyusu adalah ekstensi-retraksi (extension-retraksion). Lidah tidak terjulur melebihi bibir. Gerakan tepi lidah tidak diamati. Lidah terlihat seperti bentukan semi-mangkuk, sebagian lagi datar dan menipis. Gerakan disempurnakan dengan perubahan tonus, dengan siklus ritme dari ekstensi-retraksi. Rahang membuka dan menutup terjadi bersamaan dengan gerakan lidah. Hal ini normal tetapi merupakan pola primitif.

Penjuluran lidah sederhana (simple tongue protrusion) – ini pola primitif, merupakan gerakan normal yang berhubungan dengan pola isap. Lidah terjulur antara gigi dan gusi. Sebagian lidah datar dan menipis tanpa perubahan abnormal tonus. (pada populasi normal, ini mungkin disebut lidah terdorong kuat ‘tongue thrust’, terutama oleh ahli-ahli bicara).

Mengisap (sucking) – Lidah datar dan menipis, bergerak ke atas dan ke bawah dan terisi di dalam mulut. Ujung lidah terangkat ke depan palatal. Gerakan ritmis, siklus naik-turun, dengan perubahan normal tonus. Ini adalah pola primer untuk dewasa.

Ritme normal untuk mengisap nutrisi adalah satu seri (cycle) per detik; isap non-nutrisi lebih cepat atau lambat dari rata-rata. Pada sebuah isapan terjadi dua jenis tekanan: tekanan positif dan tekanan negatif. Tekanan positif terjadi saat rahang terangkat, lidah terangkat ke palatal keras dan bibir tertutup rapat. Tekanan negatif terjadi saat rahang turun, lidah bergerak dari palatal, bagian belakang pipi berkontraksi, palatal lunak terangkat dan bibir tertutup sebagian. Koordinasi lebih diperlukan pada fase negatif dari mengisap ini.

Elevasi ujung lidah (tongue tip elevation) – Merupakan pola yang pasti terjadi selama mengisap. Sepertiga depan lidah mencapai bagian atas kontak dengan gigi-gigi atas atau alveolar ridge(gusi dari gigi-gigi atas). Ini memungkinkan distribusi lidah dan gerakan dari rahang. Gerakan ini selanjutnya memungkinkan lidah mencapai bibir atas, saat rahang ditekan.50

Mengunyah (munching) – Gerakan utama lidah adalah naik-turun dengan datar dan tersebar merata. Gerakan bagian tepi lidah tidak diamati selama pola ini. Gerakan lidah diiringi dengan gerakan naik-turun dari rahang untuk mengunyah dan menggigit. Pola normal lidah diamati pada awal mengunyah. Makanan diletakan pada badan lidah diangkat ke atas ke palatum untuk dihancurkan lebih dulu kemudian ditelan.   

Seluruh pola di atas adalah normal, tetapi tidak termasuk pergerakan tepi lidah. Seseorang tidak dapat menggerakkan makanan seputar molar selama mengunyah, karena selama mengunyah diperlukan makanan yang lebih kental. Jika tidak ia akan gagal melakukan rangkaian pola variasi pergerakan, lidah,  bibir, dan rahang. Seseorang dengan keterbatasan mengunyah dan mengertak (grinding of the teeth) dapat menggunakan diet pure.50

 

Gerakan lidah terakhir yang dipertimbangkan adalah:

Gerakan bagian tepi lidah (lateral tongue movements) – lidah bergerak satu sisi ke sisi lain, secara horizontal, menggilir makanan dari pusat mulut ke tepi. Bila kemampuan telah berkembang, lidah akan kontak dengan gusi dan molar. Dengan lebih terkontrol, lidah akan bergerak lebih aktif pada gusi dan molar. Jika perkembangan lebih baik, lidah akan memperluas jangkauan ke dalam pipi, kemampuan lebih berkembang lagi jika lidah dapat menggerakan makanan dari satu sisi melintasi garis tengah ke sisi lain. Gerakan menjadi lebih jelas, ujung lidah terangkat dan tepi lidah dikombinasi untuk membiarkan gerakan tersebut menyapu bersih dari bibir, palatum dan sisi dalam pipi. Hal ini membuat partikel-partikel makanan berkumpul dan terletak pada lidah sebelum proses menelan.

 

Pola abnormal lidah (Abnormal tongue pattern)

Lidah tremor – Gerakan kecil dan cepat selama proses aktif seperti mengisap. Pola abnormal ini sedikit berindikasi terjadi kelelahan. Mungkin dapat dilihat selama bayi mengisap.

Penjuluran lidah berlebih (Exaggerated tongue protrusion) – Lidah terlihat memanjang bergerak ke depan melebihi batas dari bibir tanpa usaha penuh. Gerakan berupa suatu ritme dengan pola ekstensi-retraksi. Hal ini menyerupai pola menyusui, tetapi sedikit abnormal.50

Dorongan Lidah (Tongue thrust) – Lidah menebal dan menggelendong, gerakannya memanjang ke luar melewati batas bibir. Gerakan dengan usaha penuh, dan dihubungkan dengan peningkatan abnormal tonus otot. Hal ini terjadi sebagai bagian dari total pola ekstensi badan, atau hyperextensi kepala dan leher. Lidah terdorong bisa membuat kesulitan untuk memasukan alat makan ke dalam mulut atau bisa menyebabkan makanan ditolak selama makan. Selama minum lidah bisa terdorong ke dalam cangkir atau terjulur dalam keadaan sangat kaku, menggelendong langsung di bawah cangkir.

Retraksi lidah (Tongue retraction) – Gerakan abnormal ini, lidah tampak menebal dan menggelendong. Gerakan ini adalah retraksi, kuat, menarik kembali lidah ke belakang rongga mulut, dihubungkan dengan peningkatan abnormal tonus otot. Ujung lidah tidak ke depan dan sama panjang dengan bibir bawah. Lidah tertarik ke belakang menuju ke pertengahan palatum dan mungkin menempel dengan kuat melawan palatum keras dan lunak. Perlekatan lidah dengan palatal mungkin mempersulit alat makan untuk meletakkan makanan pada bagian atas lidah selama proses menelan.

Seseorang dengan pola ini mudah mengalami sumbatan oleh lidah. Retraksi lidah yang berat dapat menyumbat sebagian saluran nafas pada laring, dan menambah masalah respirasi selama makan. Retraksi lidah dihubungkan dengan retraksi dan ekstensi tubuh( shoulder retraksi atau ekstensi leher) atau pola abnormal ini mungkin digunakan seseorang untuk mengkompensasi gangguan pola makan. Saat seseorang mengalami kesulitan menelan, maka makanan akan bergerak dengan cepat bila lidah lebih ke arah depan. Jadi retraksi lidah menyebabkan pembukaan faring mengecil, hal ini dikaitkan dengan peningkatan abnormal tonus otot.

Lidah Asimetris statis dan dinamis (Asymmetrical tongue placement or movement) – Lidah berdeviasi ke satu sisi atau sisi lain dan bisa terlihat atrofi pada sisi tersebut. Hal ini mungkin terkait dengan abnormal tonus otot wajah. Lidah berdeviasi atau terdorong ke sisi yang lemah.

Lidah hipotonus (hypotonic tongue) – dapat terlihat tebal dan sedikit atau tidak ada gerakan aktif. Fasikulasi, gerakan tidak terorganisasi pada badan lidah, mungkin diamati saat lidah istirahat. Gerakan ini meningkat selama makan, minum, menelan dan bersuara.

Lidah fasikulasi (tongue Fasciculation) – pola abnormal tidak ritmik, kontraksi tidak terorganisasi dari serabut otot yang melintang pada permukaan lidah. Mungkin diamati saat lidah istirahat, diikuti rangsangan langsung pada lidah. Mungkin dapat diobservasi saat terjadi hipertonus atau hipotonus yang mengenai seluruh tubuh. ankyloglossia adalah kelemahan struktur dari frenulum lidah yang pendek. Badan lidah menipis, bagian tepi terangkat, melengkung seperti bentuk jantun. Fungsi dikatakan terbatas jika hanya mampu mengangkat ¼”bagian incisipus bawah. Pseudo ankyloglossia kelemahan fungsional, lidah menebal dan retraksi. Frenulum lidah terlihat penonjolan serabut putih pada bagian tengah lidah, akhirnya lidah menebal.

Pola Menelan

Tiga tipe variasi tekanan positif dan negatif yang berdampak pada bolus dan proses pengontrolan menelan. Ini meliputi tekanan positif dan negatif yang berhubungan dengan kekuatan otot mulut, faring, dan esophagus, mengisi dan mengosongnya bolus dalam traktus; dan tekanan respirasi, termasuk variasi tekanan sub-glotis. Menelan terjadi dalam tiga fase, fase pertama oral transit (disini termasuk oral prep) lekukan lidah untuk memposisikan makanan/cairan/saliva guna membantu proses menelan, dan bagian depan lidah terangkat, diikuti dengan terangkatnya bagian belakang lidah. Makanan terdorong ke dalam pharyngeal esophageal (P-E) segmen, yang mengawali fase kedua menelan, pharyngeal transit. Epiglotis memproteksi trakhea dengan cara mengangkat tulang (kartilago tiroid dan laring bergerak keatas) dan dengan segera turun ke posisi pra-menelan. Fase ketiga, esophagus transit, kemudian dimulai dengan gelombang peristaltik yang mendorong bolus turun di esofagus ke dalam perut.

Referensi :

  1. Fucile S, Gisel EG, Lau C. Effect of an oral stimulation program on sucking skill maturation of preterm infants. Developmental Medicine and Child Neurology 2005, 47(3), 158-162.
  2. Johnson R, Harris G. A preliminary study of the predictors of feeding problems in late infancy. Journal of Reproductive and Infant Psychology 2004, 22(3), 183-188.
  3. Rogers B, Arvedson J. Assessment of infant oral sensorimotor and swallowing function. Mental Retardation and Developmental Disabilities Research  Reviews 2005, 11(1), 74-82.
  4. Yaruss JS, Logan KJ. Evaluating rate, accuracy, and fluency of young children’s diadochokinetic productions: a preliminary investigation. Journal of Fluency Disorders 2002, 27(1), 65-86.
  5. Landt H, Ingervall B. Oral ability to recognize forms and oral motor ability in 11-year-old children. Journal of Oral Rehabilitation 1975, 2(1), 63-73.
  6. Smith A, Zelaznik HN. Development of Functional Synergies for Speech Motor Coordination in Childhood and Adolescence. Developmental  Psychobiology  2004, 45(1), 22.
  7. Stark, R. E. & Blackwell, P. B. (1997). Oral volitional movements in children with language impairments. Child Neuropsychology 1997, 3(2), 81-97.

 

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN 

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories