Posted by: Indonesian Children | December 6, 2009

Anorexia atau gangguan pola makan

Anorexia atau gangguan pola makan

Anorexia secara umum bisa diterjemahkan sebagai gangguan pola makan dalam bentuk kehilangan selera makan.

Dan hidup dengan gangguan pola makan makan bukanlah hal yang menyenangkan karena pada prinsipnya anorexia merupakan sebuah penyakit sama seperti dengan yang lainnya.

Apalagi mengingat tradisi bahwa makan sebenarnya juga merupakan kegiatan sosial yang menyenangkan.

Namun jika perasaan maupun sikap seseorang tentang makanan diikuti dengan tekanan maka akan timbul stress.

Dan stress yang bertumpuk-tumpuk akan berkembang menjadi kekacauan dalam mengkonsumsi makanan.

Selain itu ada juga orang yang awalnya melakukan diet secara sadar namun belakangan semakin ketat dan akhirnya tidak terkendalikan sehingga menjadi anorexia.

Dan para model biasanya makan amat sedikit dan sering berpuasa demi menjaga kelangsingan tubuhnya agar tetap dipilih para disainer untuk melenggang di cat walk atau panggung mode.

Masalah psikis

Anorexia
Anorexia tidak berkaitan dengan masa puber

Beberapa tahun belakangan ini, anorexia dilaporkan meningkat pesat namun tetap saja tak banyak yang sebenarnya diketahui dari anorexia.

Dan para ahli berpendapat tidaklah mudah untuk mengatasi anorexia karena disebabkan oleh masalah psikis.

Beberapa informasi yang disepakati para ahli sehubungan dengan anorexia adalah;

1. Bukan merupakan bagian dari ‘masa puber.’

2. Bukan karena kekecewaan terhadap orang tua.

3. Bukan semata-mata disebabkan oleh stress dalam kehidupan modern.

4. Bukan hanya karena obsesi atas penampakan tubuh saja

Masalah dalam pola makan ini sudah dikenal sejak beberapa abad lalu, namun konsep anorexia semakin banyak dipelajari belakangan ini.

Namun para ahli berpendapat bahwa anorexia di jaman modern tampaknya berlangsung dalam waktu yang lebih lama dan juga lebih sulit diatasi.

Walaupun tidak ada kaitan antara diet dengan anorexia dan usia, ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan perempuan muda dengan diet ketat menghadapi resiko 18 kali lebih tinggi untuk menderita anorexia dibanding yang tidak diet.

Sedangkan orang yang melakukan diet biasa diperkirakan menghadapi resiko anorexia 5 kali lebih tinggi daripada yang tidak diet.

Namun diyakini bahwa bahwa masalah psikis yang dihadapi seseorang amat mendorong timbulnya anorexia.

Meningkat drastis

Makanan
Kebiasaan makan juga bisa merupakan salah satu faktor

Kekacauan makan yang paling banyak dihadapi sebenarnya adalah makanan berlebihan sehingga menimbulkan obesitas, yang diperkirakan diderita oleh 1 dari 10 orang di dunia.

Penderita obesitas cenderung mengkonsumsi makanan yang tidak sehat secara berlebihan dan sering sekali mereka tidak bisa lagi mengendalikan dirinya untuk berhenti makan.

Namun belakangan berkembangnya nilai-nilai baru dalam kehidupan modern membuat penderita anorexia juga meningkat.

Ada pandangan bahwa berat badan yang berlebihan merupakan sesuati yang buruk, sementara di masa lau kegendutan dianggap sebagai hal yang baik.

Sementara muncul pula anggapan kelangsingan sebagai salah satu ukuran keindahan tubuh, dan beberapa perempuan kemudian terperangkap pada diet ketat.

Salah satu gangguan pola makan lainnya adalah bulemia, yaitu seseorang yang makan secara berlebihan namun kemudian memuntahkannya kembali.

Diperkirakan sekitar 8% wanita di seluruh dunia menderita bulemia dan umumnya pria serta anak laki-laki lebih jarang terserang bulemia.

Banyak faktor

Penyebab gangguan pola makan amat beragam dan beberapa riset menunjukkan penyebabnya adalah kombinasi dari beberapa faktor.

Salah satu faktor adalah genetik, namun juga ada faktor kemampuan seseorang dalam menangani stress.

Ada juga faktor nilai-nilai budaya dan lingkungan sosial, seperti tekanan untuk menjadi langsing.

Sejumlah riset mengungkapkan perempuan yang perfeksionis juga cenderung menderita anorexia, namun masih belum bisa dipastikan apakah sikap perfeksionis itu sebagai sebab atau justru merupakan akibat.

Menangangi seseorang yang menderita anorexia membutuhkan kesabaran dan juga waktu yang panjang.

Beberapa saran yang disampaikan para ahli dalam menolong seseorang anggota keluarga yang menderita anorexia, antara lain adalah;

1. Langkah pertama yang paling dibutuhkan adalah menerima masalahnya, jadi bukan dengan menutup-nutupinya.

2. Selalu optimis dan penuh semangat karena penderita anorexia biasanya punya kecenderungan amat menuntut.

3. Selalu menunjukkan simpati, terlepas dari seberapa burukpun cara mereka mengekspresikan diri.

4. Bagaimanapun jangan lupa untuk tetap memberi perhatian kepada anggota keluarga lainnya.

5. Jalin komunikasi dengan para ahi kesehatan yang profesional.

Dan penelitian menunjukkan sekitar 50% lebih penderita yang mendapat dukungan pengobatan dari anggota keluarga berhasil keluar dari anorexia.

Namun waktu rata-rata penyembuhan amat panjang, yaitu sekitar 5 tahun, walau beberapa diantara yang sudah sembuh masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk bisa benar-benar rileks menghadapi makanan.

source : BBC

Supported by

PICKY EATERS CLUB 

KLINIK KHUSUS KESULITAN MAKAN PADA ANAK

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com 

https://mypickyeaters.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009, Picky Eaters Clinic Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories