Posted by: Indonesian Children | April 30, 2010

Kesulitan Makan Mengakikatkan Gangguan Kognitif dan Pertumbuhan Fisik


Kesulitan Makan Berdampak Pada Pertumbuhan Fisik dan Kognitif

 

Masa balita adalah masa penting dalam pertumbuhan anak. Karenanya, kecukupan nutrisi memiliki peran penting, baik dalam pertumbuhan fisik atau pun kognitif. Namun, terkadang anak menjadi sulit makan. Picky eater adalah istilah yang diberikan pada anak yang susah makan, atau hanya suka makanan jenis tertentu saja.

Kesulitan makan pada anak dapat menyebabkan anak akan kekurangan mikro dan makronutrien yang pada akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan juga kognitif. Namun, perlu diingat, perkembangan kognitif dipengaruhi banyak faktor. Untuk mengatasi anak bermasalah makan ini Konsultasi nutrisi saja tidak cukup, perlu didukung suplementasi yang tepat.

Suatu penelitian dari Chatoor et al, meneliti kelompok picky eaters, infantile anorexia dan healthy eaters terhadap skor MDI (Mental Development Index).

MDI digunakan untuk menilai perkembangan kognitif anak usia antara 1-30 bulan. Skor MDI antara 85-115 secara umum menunjukkan bahwa anak berada dalam tingkat/level yang sesuai.

Performa kognitif yang ditunjukkan oleh skor MDI memiliki hubungan signifikan dengan hubungan ibu dan anak saat menyusui, interaksi bermain, status sosial ekonomi dan pendidikan ibu. Faktor lain yang jelas berhubungan dengan skor MDI adalah karakteristik temperamen anak dan tingkat atensi. Latar pendidikan ibu, yang sering digunakan sebagai indikator status sosial ekonomi, dihubungkan dengan outcome kognitif. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa IQ dan latar belakang pendidikan ibu adalah prediktor signifikan untuk perkembangan kognitif anak-anaknya.

Picky eater dan infantile anorexia pada akhirnya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang. Ada dua cara mengejar pertumbuhan anak yang mengalami kondisi tersebut, konseling nutrisi dan suplementasi nutrisi.

Penelitian oleh Alarcon P dan kawan-kawan bertujuan menilai efek nutritional supplement (PediaSure®); dan nutritional counseling (NC) pada pertumbuhan picky eaters.

Penelitian ini melibatkan 92 balita berusia 36 sampai 60 bulan dari Taiwan dan Filipina dengan berat per tinggi badan kurang dari 25 presentil. Ini adalah penelitian fase IV, acak, multisenter, kelompok pararel, studi terbuka untuk menilai manfaat konseling nutrisi dengan/tanpa suplementasi nutrisi 40mL/kg/hari pada anak-anak dengan prilaku picky eater selama 3 bulan. Setiap bulannya dilakukan penilaian rasio berat per tinggi badan, asupan formula dan gejala gastrointestinal.

Hasilnya didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok dalam hal presentil rasio berat per tinggi badan pada hari 60 (p=0,002) dan hari 90 (p<0,001). Subyek dalam kelompok yang diberikan konseling dengan suplementasi mengalami peningkatan rasio berat per tinggi badan yang lebih besar daripada baseline dibandingkan subyek yang hanya melakukan konseling nutrisi.

Referensi:

Chatoor et al.,Pediatrics, 2004.

Alarcon et. al., Clin Pediatr, 2003.

Supported by

PICKY EATERS CLINIC

KLINIK KHUSUS KESULITAN MAKAN PADA ANAK

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://mypickyeaters.wordpress.com/

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO, pediatrician

email : judarwanto@gmail.com,

Copyright © 2010, Picky Eaters Clinic Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories