Posted by: Indonesian Children | November 2, 2010

ANAK SULIT MAKAN SAYUR : Gannguan Mengunyah Menelan Dan Gangguan Lain Yang Menyertai

ANAK SULIT MAKAN SAYUR : Gannguan Mengunyah Menelan Dan Gangguan Lain Yang Menyertai


Keadaan anak yang tidak mau makan sayur atau gangguan mengunyah menelan lain yang harus diamati secara teliti dan cermat. Pengalaman klinis di Picky Eaters Clinic Jakarta didapatkan sekitar 30% anak yang mengalami gangguan proses makan di mulut. Ternyata ganngguan oral motor ini juga sering disertai gangguan keterlambatan bicara, gangguan keseimbangan, gangguan motorik kasar dan peningkatan gangguan perilaku lainnya

Gangguan proses makan di mulut ini akan mengakibatkan gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam makan bahan makanan yang berserat atau bertekstur kasar seperti sayur atau daging sapi (empal). Analisa kejadian ini berkembang bahwa apakah anak memang “tidak mau” makan sayur atau memang “tidak bisa” makan sayur.

Tumbuh dan berkembangnya anak yang optimal tergantung dari beberapa hal, diantaranya adalah pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas sesuai dengan kebutuhan. Dalam masa tumbuh kembang tersebut pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan salah satunya karena gangguan proses makan di mulut. Orang tua harus mencermati, apakah memang anaknya mempunyai gangguan tersebut.

GANGGUAN PROSES MAKAN DI MULUT
Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan.

Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah

1. Keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan,
2. Belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makan harus selalu diblender pada usia di bawah 2 tahun.
3. Tidak bisa makan bahan makanan yang berteksut kasar dan berserat seperti daging sapi (empal) atau sayur seperti kangkung. Sehingga anak akan lebih suka makanan yang bertekstur lembut seperti mi, makaroni, telor,  kentang, air jeruk.
4. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna.

Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti krupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kali kunyahan.

Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkani kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gangguan ini tampaknya bersifat heriditer atau menurun dari orang tua. Biasanya salah satu orang tuanya juga mengalami gangguan proses makan di mulut, seperti bila makan selalu cepat selesai, tidak dikunyah banyak langsung ditelan dan suka pilih-pilih makanan.

Gangguan Motorik

Pada penelitian pendahuluan yang dilakukan penulis gangguan mengunyah menelan seringkali disertai gangguan bicara, gangguan motorik kasar dan gangguan keseimbangan.

Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cedal, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti).

Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai oleh gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan.

Gangguian sensoris juga sering menyertai gangguan ini. Gangguan sensoris itu meliputi sangat sansitif terhadap rangsangan perabaan kulit, suara dan sinar. Anak sangat sensitif ata tidak nyaman dengan rangsangan perabaan meliputi jalan jinjit, jalan kaki tidak napak bagus, alas kaki dan alas sepatu ausnya tidak rata, posisi kaki sering O atau X. Anak tidak suka meraba jenis bulu-buluan atau pasirm atau badan mudah geli bila dipegang tubuhnya.

Rangsangan suara sensitif meliputi suara frekeuensi tertentu khususnya frekuensi tinggi tidak nyaman dan ketakutan. Sedangkan rangsangan cahaya biasanya mata sangat silau bila melihat matahari pagi. Lampu atau senter yang menyoroti mata.
Disertai Peningkatan Perilaku
Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Juga sering diikurti gangguan perilaku seperti emosi tinggi, sedikit agresif (gampang gemes), mudah menangis atau tertawa secara cepat bergantian, sangat sensitif, serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.

GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA SEBAGAI PENYEBAB

Gangguan saluran pencernaan tampaknya merupakan faktor penyebab terpenting dalam gangguan proses makan di mulut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan teori ”Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut.

Gangguan pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan. Tampak anak sering mudah mual atau muntah bila batuk, menangis atau berlari. Sering nyeri perut sesaat dan bersifat hilang timbul, bila tidur sering dalam posisi ”nungging” atau perut diganjal bantal Sulit buang air besar (bila buang air besar ”ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau dan baunya sangat menyengat, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing), pernah ada riwayat berak darah. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau.


Gangguan hipersensitifitas lain yang menyertai
Keadaan ini sering disertai gangguan tidur malam. Gangguan tidur malam tersebut seperti malam sering rewel, kolik, tiba-tiba terbangun, mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Saat tidur malam timbul gerakan brushing atau beradu gigi sehingga menimbulkan bunyi gemeretak.
Biasanya disertai gangguan kulit : timbal bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya dan sebagainya. Kulit di bagian tangan dan kaki tampak kering dan kusam

Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa oleh orang tua bahkan banyak dokter atau klinisi karena sering terjadi pada anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.

SERING DISERTAI KESULITAN MAKAN
Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan kesulitan makan. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil.

Supported by

PICKY EATERS CLINIC,  KLINIK KHUSUS KESULITAN MAKAN PADA ANAK

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://mypickyeaters.wordpress.com/

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO, pediatrician

email : judarwanto@gmail.com,

Copyright © 2010, Picky Eaters Clinic Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories